Monday, March 12, 2007

Mengatasi Kesepian

30 Oktober 2006

MENGATASI  KESEPIAN
Oleh: Ken Korkow

Meski hidup dalam dunia yang luas, dalam kota yang berpenduduk sangat padat dan dalam sebuah kantor yang jumlah pegawainnya sangat banyak, kita dapat tetap merasa sangat kesepian. Bukankah hal tersebut sangat mengejutkan? Dengan segala kemajuan abad ke-21, kita hidup dalam suatu masyarakat yang penuh dengan orang-orang kesepian. Suatu studi melaporkan bahwa 15% dari responden yang diwawancarai merasa kesepian dalam sebagian besar waktu mereka, 78% merasa kesepian dalam sebagian kecil waktu mereka, dan hanya 6% menyatakan tidak pernah merasa kesepian.

Penulis buku dan pembicara terkemuka Charles Swindoll mendeskripsikan kesepian sebagai, “kata dengan makna paling penuh keterpisahan….” Tidak seorangpun kebal terhadap dampak menghancurkan yang kesepian. Banyak di antara kita menyadari kebenaran dan hikmat ungkapan, “Sungguh sepi berada di puncak.” Saya membayangkan para pemimpin pemerintahan, para pemimpin tertinggi di perusahaan-perusahaan besar, bahkan para atlet dan tokoh di dunia hiburan yang terkenal mengalami serangan kesepian – paling tidak dalam sebagian dari waktu mereka.

Dalam Alkitab, Rasul Paulus, salah seorang pemimpin terkemuka di awal sejarah gereja, melukiskan episode kesepian dalam 2 Timotius 4:6-21. jadi bahkan seorang yang menjalani kehidupan sangat rohani dan sangat berbakti pada Tuhan juga bergumul mengatasi cengkraman kesepian. Mari kita pelajari beberapa hal yang lazim menyebabkan kesepian, dan saran-saran mengatasinya.

PENYEBAB KESEPIAN

TRANSISI KEHIDUPAN: Kehidupan terdiri dari rangkaian transisi, dari kelahiran ke masa sekolah ke wisuda ke masa bekerja ke pernikahan ke membesarkan anak-anak ke masa pensiun. Setiap perubahan yang Anda buat dalam kehidupan kemungkinan besar akan menyebabkan Anda mengalami kesepian.

PERPISAHAN: Anda mungkin menjadi pemilik segala harta dan uang yang ada dalam dunia ini dan merasa tinggal sendirian di suatu pulau dan Anda merasa sangat tersiksa.  Kita diciptakan untuk bersama dengan orang lain. Banyak orang pergi jauh dari kampung halamannya. dan tercabut dari akar keluarganya. Perpisahan karena tugas kemiliteran, pekerjaan, penyakit, perceraian, atau kematian

OPOSISI: Ketika Anda diserang, dipermalukan atau dikritik, sangat mungkin Anda akan mengalami kesepian.

PENOLAKAN:  Ketika Anda merasa telah dikhianati, disia-siakan atau diabaikan, Anda mungkin akan merasa kesepian. Salah satu kebutuhan emosional terbesar kita adalah kebutuhan untuk diterima. Saat Anda merasa ditolak, kesepian dapat melingkupi Anda.

Bagaimana Anda mengatasi kesepian? Beberapa orang memilih menggunakan obat-obat terlarang, mabuk-mabukan, mencoba program kencan yang diatur oleh komputer, atau menggunakan hal-hal lain sebagai pelipur kesepian. Bahkan pernah seorang pria menemui psikiater untuk mengusahakan agar ia mempunyai kepribadian ganda hingga pria itu mempunyai orang lain hidup bersamanya!

MENGATASI KESEPIAN

ISI WAKTU ANDA. Tolak godaan untuk tidak melakukan apapun. Gunakan waktu Anda untuk memperhatikan kebutuhan ragawi Anda: makan makanan yang baik, istirahat yang cukup, berolahraga, hindari obat-obatan terlarang dan alkohol, tata rambut Anda dengan rapi dan pilih pakaian Anda dengan cermat. Perhatikan kebutuhan mental Anda: jangan menjadi pencandu TV, bacalah buku dan majalah yang berisi hal-hal yang baik.  Perhatikan kebutuhan rohani Anda: bacalah Alkitab (di dalamnya akan Anda temukan arahan, instruksi, penyegar semangat dan pengharapan), berdoa, dan luangkan waktu dengan teman seiman. Perhatikan kebutuhan sosial Anda: jalin persahabatan (Ambil insiatif, berusahalah untuk tidak egois, dan bersabarlah – persahabatan membutuhkan waktu yang panjang) Temukan orang lain yang bernasib lebih tidak beruntung dibanding Anda dan bantulah dia.

MINIMALKAN RASA PEDIH ITU. Jangan pendam kepedihan terus-menerus dalam hati Anda. Jangan biarkan kepahitan dan amarah menguasai Anda.  Tidak seorangpun suka berada dekat seorang yang sinis, penuh kritik, atau dikuasai kemarahan. Kenali kepahitan itu – atur strategi mengatasinya. Redakan dan doakan kepahitan itu

RASAKAN KEHADIRAN TUHAN.  Di manakah Tuhan ketika Anda kesepian? Tuhan ada di mana-mana. Tidak ada tempat di mana Anda ada dan Tuhan tiada. Tuhan mengikat perjanjian ini: “Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (Yosua 1:5b).  Bukalah mata Anda dan rasakan kehadiran-Nya.

Ken Korkow tinggal di Omaha, Nebraska, A.S., di mana ia menjadi salah seorang direktur area CBMC. Artikel ini diadaptasi dari kolom “Fax of Life” yang ditulisnya setiap minggu.  Dipublikasikan seizin penulisnya. 

 

CBMC INTERNATIONAL: Robert Milligan, President
1065 N. 115th Street, Suite 210 Omaha, Nebraska 68154 U.S.A.
TEL.: (402)431-0002 FAX: (402)431-1749 E-MAIL: mmanna@cbmcint.org  Web site: www.cbmcint.org.
Untuk pertanyaan atau perubahan alamat, hubungi nbrownell@cbmcint.org

Pertanyaan Refleksi/Diskusi

1. Berkaitan dengan kesepian,  termasuk dalam kelompok survei manakah Anda: apakah Anda termasuk yang kelompok merasa kesepian dalam sebagian besar waktu mereka atau kelompok yang merasa kesepian dalam sebagian kecil waktu mereka, atau Anda termasuk kelompok kecil yang mengaku tidak pernah merasa kesepian?

2. Mengapa kita bisa merasa kesepian di tengah keramaian – merasa sangat kesepian saat sedang berjalan di tengah kota, menonton pertandingan olahraga atau konser bahkan ketika mengikuti kebaktian di gereja?

3. Deskripsikan suatu momen – baik yang terjadi di masa yang lalu atau saat ini – ketika Anda merasa kesepian.  Di masa lalu atau sekarang ini, bagaimana Anda mengatasi kesepian?

4. Menurut Anda apakah saran-saran mengatasi kesepian dalam artikel ini benar-benar membantu – baik Anda maupun orang lain yang Anda kenal – mengatasi kesepian? Jealskan jawaban Anda.

Ayat-ayat Alkitab berikut ini dapat dijadikan dasar merenungkan bagaimana hubungan dengan Tuhan dapat membantu mengatasi kesepian:

Mazmur 23:1-6, 139:1-10; Yesaya 41:10; Matius 28:20; Yohanes 16:5-15 www.sabda.org/alkitab

 

Posted by Suzanna L. Siregar in 06:51:36 | Permalink | No Comments »

Wednesday, June 14, 2006

Have Thine Own Way, Lord !

This song I recite every morning and become my daily prayer…

(though I sing the Indonesian version. Thankfully I can memorize all the four verses. Eventually I can utilize my memory) 

Jadilah Tuhan Kehendak-Mu (Nyanyikanlah Kidung Baru, No: 14)

Have Thine Own Way, Lord 

Words: Ad­e­laide A. Poll­ard, 1907. Pol­lard be­lieved the Lord want­ed her in Af­ri­ca as a mis­sion­a­ry, but she was un­a­ble to raise funds to go. In an un­cer­tain state of mind, she at­tend­ed a pray­er meet­ing, where she heard an el­der­ly wo­man pray, “It’s all right, Lord. It does­n’t mat­ter what You bring in­to our lives, just have Your own way with us.” At home that night, much en­cour­aged, she wrote this hymn.

Music: “Adelaide,” George C. Steb­bins, North­field Hymn­al with Al­ex­and­er’s Sup­ple­ment, 1907

Jadilah Tuhan Kehendak-Mu
Kaulah Penjunan ku tanahnya
Bentuklah aku sesukamu
Kan kunantikan dan berserah
 

Have Thine own way, Lord! Have Thine own way!
Thou art the Potter, I am the clay.
Mold me and make me after Thy will,
While I am waiting, yielded and still.

Jadilah Tuhan Kehendak-Mu
Tiliklah aku dan ujilah
Sucikan hati pikiranku
Dan di depan-Mu kumenyembah

Have Thine own way, Lord! Have Thine own way!
Search me and try me, Master, today!
Whiter than snow, Lord, wash me just now,
As in Thy presence humbly I bow

Jadilah Tuhan Kehendak-Mu
Tolonglah Tuhan ku yang lemah
Segala kuasa di tangan-Mu
Jamahlah aku dan sembuhkan

Have Thine own way, Lord! Have Thine own way!
Wounded and weary, help me, I pray!
Power, all power, surely is Thine!
Touch me and heal me, Savior divine.

Jadilah Tuhan Kehendak-Mu
S’luruh hidupku kuasailah
Berikan Roh-Mu kepadku
Agar t’rang Kristus pun nyatalah
 

Have Thine own way, Lord! Have Thine own way!
Hold o’er my being absolute sway!
Fill with Thy Spirit ’till all shall see
Christ only, always, living in me.

 

 

Posted by Suzanna L. Siregar in 10:34:43 | Permalink | No Comments »

Wednesday, January 18, 2006

A Dream Deferred

- Langston Hughes
What happens to a dream deferred?  
Does it dry up  Like a raisin in the sun?  
Or fester like a sore--  And then run?  
Does it stink like rotten meat?  
Or crust and sugar over--  like a syrupy sweet?  
Maybe it just sags  like a heavy load.  Or does it explode?

[almost 15 years ago, I found this poem quoted in the first page of a borrowed book... the book has long forgotten, yet the poem still lingered in my heart]

Posted by Suzanna L. Siregar in 10:02:10 | Permalink | No Comments »

Inspiring Prayer

Through 2005, this verse became my prayer and hopefully will continue to be my prayer and my submission to The Almighty in this new year and  the rest of my life

Ecce ancilla Domini fiat mihi secundum verbum tuum

- Luke 1 : 38

Posted by Suzanna L. Siregar in 09:53:42 | Permalink | No Comments »