Reputasi Perusahaan
11 September 2006
APAKAH REPUTASI PERUSAHAAN ANDA TERANCAM?
Oleh: Rick Boxx
Bagi suatu bisnis, reputasi baik adalah faktor penting dalam mempertahankan keberhasilan jangka panjang. Dan suka atau tidak suka, meski diperlukan kerja keras untuk mencapai dan menjaga nama baik dan posisi terhormat dalam dunia bisnis dan dunia kerja, tetapi reputasi yang baik dapat hancur dalam waktu yang teramat singkat, dan seringkali bahkan tidak pernah kembali pulih.
Dalam sebuah artikel berjudul “On Business Strom Proofing” (Menjalankan Bisnis Anti Badai) yang dimuat dalam Wall Street Journal, Leslie Gaines-Ross, kepala peneliti di divisi pengetahuan dan penelitian Burson-Marsteller, sebuah perusahaan konsultan kehumasan bertaraf internasional, menyatakan bahwa perusahaannya telah berhasil menemukan tanda-tanda peringatan perusahaan yang reputasinya terancam. Penelitiannya menunjukkan tujuh kondisi umum yang biasanya terjadi pada perusahaan-perusahaan bermasalah:
1. Moral karyawan berada di tingkat yang rendah.
2. Perumusan kebijakan internal tampaknya lebih penting ketimbang pelaksanaan pekerjaan dengan baik.
3. Para pemimpin di strata tertinggi meninggalkan perusahaan.
4. Ketenaran pimpinan utama menjadi lebih penting dibanding kredibilitasnya.
5. Karyawan menganggap pelanggan sebagai gangguan.
6. Karyawan tidak lagi menceritakan hal-hal positif mengenai perusahaan.
7. Manajemen menghabiskan lebih banyak waktu di dalam kantor pusat dibanding di luar kantor pusat.
Dalam banyak kasus seringkali kekayaan perusahaan meningkat cepat pada suatu selang waktu, membuat segala sesuatu terlihat baik-baik saja, sebelum kemudian “peringatan badai” mulai memberikan dampak pada pendapatan keuangan perusahaan. Saat sebagian gejala probematik terlihat, sudah dapat terdeteksi adanya masalah serius, meski tidak selalu mempengaruhi kondisi finansial. Dan inilah saat yang tepat untuk mengkaji, secara sangat seksama apa yang terjadi pada para pemimpin.
Ciri umum yang terdapat dalam ketujuh hal dalam daftar yang dibuat oleh Ms. Gaines-Ross di atas adalah “attitude” atau “sikap.” Dalam sebuah film bertema olahraga berjudul “Remember the Titans,” terdapat sebuah adegan di mana dua pemimpin tim berperang kata-kata. Ketika salah seorang kapten tim menyerang kapten tim yang lain, lawan bicaranya menjawab dengan keras: “Sikap seseorang memang mencerminkan kemampuan kepemimpinannya.”
Saat kepemimpinan mulai lebih berfokus pada dasar kekuasaan dan status ketenaran pemimpinnya dan bukan pada kebutuhan fundamental pelanggan dan karyawan, maka sikap “dahulukan-saya” dengan cepat akan menyebarkan sikap buruk di seluruh organisasi.
Amsal 16:18-19 mengingatkan kita, “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak.“ Jika organisasi Anda sudah mulai memperlihatkan beberapa – atau bahkan banyak – gejala dari tujuh gejala mematikan dalam daftar di atas, pertama-tama lakukan introspeksi pada diri Anda sendiri. Selanjutnya evaluasi para pemimpin Anda dan coba temukan apakah penyebab masalah tersebut adalah persoalan kecongkakan hati. Jika ternyata memang akar permasalahan adalah ketinggian hati, akui kesalahan tersebut dengan rendah hati, lalu segera bersiap untuk bekerja dengan lebih baik, dan mulai merumuskan strategi untuk mewujudnyatakan langkah-langkah perbaikan tersebut – baik bagi diri Anda sendiri maupun bagi keseluruhan perusahaan Anda.
(Copyright 2006, Integrity Resource Center, Inc.) Diadaptasi dengan ijin dari “Integrity Moments with Rick Boxx,” suatu risalah mengenai masalah-masalah integritas di tempat kerja dari sudut pandang Kristiani. Informasi lebih lanjut untuk menerima Integrity Moments melalui e-mail dapat Anda peroleh dengan menulis email kepada: rboxx@IntegrityMoments.com dan mengetikkan “subscribe” pada subject e-mail Anda atau kunjungi website www.IntegrityResource.org.
CBMC INTERNATIONAL: Robert Milligan, President
1065 N. 115th Street, Suite 210 ▪ Omaha, Nebraska 68154 ▪ U.S.A.
TEL.: (402) 431-0002 ▪ FAX: (402) 431-1749
Untuk pertanyaan, hubungi Nicole Brownell: nbrownell@cbmcint.org Web site: www.cbmcint.org
Untuk perubahan alamat atau pertanyaan khusus kunjungi http://www.cbmcint.org/listactions.php
Pertanyaan Refleksi/Diskusi
1. Apakah para pemimpin pada strata tertinggi di perusahaan Anda menganggap penting menjaga reputasi perusahaan? Jika ya, bagaimana hal tersebut dilakukan? Jika tidak, apakah alasannya? Apakah karena faktor kesombongan atau karena kepentingan diri sendiri?
2. Saat mempelajari kembali tujuh tanda yang mencirikan kondisi terancamnya reputasi suatu perusahaan, menurut Anda berapa banyak – jika ada – gejala yang kini terjadi di tempat kerja Anda? Jelaskan jawaban Anda.
3. Menurut Anda, pengaruh apakah yang dapat – atau yang seharusnya – Anda terapkan baik untuk menghindari “masalah sikap” yang mungkin menghancurkan reputasi dan kelangsungan hidup perusahaan Anda, maupun dalam membantu memperbaiki situasi penuh masalah?
4. Dapatkah Anda sebutkan suatu keadaan di mana Anda melihat para pemimpin – baik di perusahaan Anda maupun pemimpin di tempat lain – yang memiliki pengaruh kuat terhadap sikap mereka yang berada dibawah pimpinan mereka, baik dalam arti yang positif maupun negatif? Apa yang dilakukan para pemimpin tersebut – dan pelajaran apa yang dapat Anda petik dari perilaku tersebut?
Ayat-ayat Alkitab berikut dapat dijadikan dasar merenungkan topik dalam artikel ini:
Amsal 11:2, 21:24, 27:23-27, 28:2; Kisah Para Rasul 20:28; Filipi 2:3-4 www.sabda.org/alkitab