Wednesday, January 16, 2008

Pekerjaan atau Allah?

14 Januari 2008
TRAGEDI DI TEMPAT KERJA MASA KINI
Oleh: Rick Boxx

Adegan memikat dalam film teaterikal bertajuk “Amazing Grace,” menyampaikan suatu penting yang oleh banyak orang – termasuk para pelaku bisnis – disalahmengerti selama berabad-abad.  Dalam film tersebut, William Wilberforce, pejuang anti perbudakan berkebangsaan Inggris yang hidup di  abad ke 19, bergumul tentang apa yang harus dilakukan dengan iman yang baru saja dianutnya – ia bertanya-tanya bagaimana menjadikan iman menjadi bagian bermakna dalam kehidupan dan pekerjaannya sehari-hari. 
 
Saat tengah merenungkan hal penting terkait dengan iman dan bagaimana mengejawantahkannya, Mr. Wilberforce menerima beberapa tamu yang kemudian mengetahui persoalannya.  Tamu-tamu tersebut semuanya aktivis anti perbudakan, sangat menentak perbudakan, dan mengetahui kemampuan dan semangat politik Mr. Wilberforce, juga ketidaksetujuannya pada praktek perbudakan. 
 
 “Kami mengerti Anda tengah menghadapi kesulitan memutuskan apakah melakukan pekerjaan Allah atau bekerja selayaknya seorang aktivis politik,” tak dinyana, salah seorang tamu berkata.  Seorang wanita di antara para tamu ketika akan pulang melontarkan hal yang tepat.  “Dengan rendah hati kami menyarankan Anda melakukan keduanya.”  Hasilnya, Mr. Wilberforce menjadi penggerak anti perbudakan di tanah airnya. 
 
Banyak pengikut Yesus Kristus bekerja di bawah bayang-bayang kepercayaan bahwa Allah hanya menghargai bila kita terlibat dalam “pelayanan penuh-waktu.” Intinya, ini sama dengan meninggalkan bisnis atau pekerjaan untuk kemudian terlibat dalam kegiatan gereja, kelompok misionaris atau pelayanan “gerejawi.”  Dalam banyak kasus, sayangnya, hal ini menjadi tragedi yang berakibat pada terbuangnya talenta, keahlian dan pengalaman. 

Allah telah menciptakan setiap kita dengan talenta yang unik dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan khas.  Bila kita keliru menganggap bahwa hanya para misionaris atau pendeta yang bernilai bagi Allah, boleh jadi kita akan kehilangan anugerah terbaik-Nya bagi hidup kita.  Sebagai hasilnya, kita mungkin akan meninggalkan pekerjaan di mana Allah akan menggunakan kita dengan cara luar biasa bagi rencana-Nya atau, diliputi perasaan bahwa pekerjaan kita remeh dan tidak penting dalam skema besar rencana Allah, kita menggunakan bakat secara tidak maksimal. 

Dalam surat pertamanya kepada gereja di kota kuno Korintus, Rasul Paulus menulis, “selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat” (1 Korintus 7:17).
 
Bayangkan sebuah dunia di mana setiap orang yang mengaku percaya dan berbakti kepada Yesus Kristus – yang oleh Alkitab disebut sebagai”Orang Kristen” – hanya bekerja sebagai pendeta dan misionaris.  Siapa yang akan merengkuh orang-orang di tempat kerja?  Siapa yang menyediakan pangan, sandang, papan, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang penting untuk mewujudkan rencana Allah?  Siapa yang akan mengusahakan bisnis atau memimpin pemerintahan?  Menarik diri dari kesatuan, atau berhenti menjadi bagian yang memberi sumbangsih dari apa yang disebut sebagai dunia kerja “sekuler” (Alkitab tidak mengenal istilah ini) akan menjadi berbahaya.  Lebih buruk lagi, melakukan hal tersebut tidaklah termasuk dalam rencana Allah.

Bila kini Anda tengah bertanya-tanya apakah Anda akan meninggalkan pekerjaan Anda sekarang dan bekerja dalam pelayanan penuh-waktu, ingatlah bahwa kita semua dipanggil untuk saling melayani.  Pertimbangkanlah saran bijaksana dari teman-teman Wilberforce: Anda dapat melakukan keduanya!

 (Copyright 2007, Integrity Resource Center, Inc.) Diadaptasi dengan ijin dari "Integrity Moments with Rick Boxx," suatu risalah mengenai masalah-masalah integritas di tempat kerja dari sudut pandang Kristiani.  Untuk informasi menerima Integrity Moments melalui  e-mail, tuliskan email kepada:: rboxx@IntegrityMoments.com  dan ketikkan "subscribe" pada baris subject atau kunjungi websitenya di  www.IntegrityResource.org.


CBMC INTERNATIONAL:   Robert Milligan , President
1065 N. 115th Street, Suite 210
▪ Omaha, Nebraska 68154 ▪ U.S.A.
TEL.: (402) 431-0002 ▪ FAX: (402) 431-1749 ▪ E-MAIL: info@cbmcint.org
Silahkan mengirimkan permintaan dan perubahan  alamat pada:  www.cbmcint.org

Pertanyaan Refleksi/Diskusi


1.      Apakah Anda pernah merenungkan untuk berhenti dari pekerjaan sekarang dan terlibat dalam “pelayanan penuh-waktu”?  Jelaskan jawaban Anda. 

2.      Bagaimana seorang dapat melakukan pekerjaannya dan mentaati Allah pada waktu bersamaan?  Apakah hal tersebut memerlukan perilaku “religius” atau berperilaku berbeda dibanding teman atau rekan sekerja?

3.      Apakah Anda memandang diri Anda khusus dan unik terkait dengan talenta-talenta yang sudah dianugerahkan Allah bagi Anda, dan apakah Anda berkeinginan mengunakan semua talenta itu bagi rencana Allah?

4.      Menurut pendapat Anda, apakah mungkin bagi manusia menjalankankehendak Allah di tempat kerja masa kini dan berhasil menjadi cahaya pengharapan bagi teman sekerja? Mengapa atau mengapa tidak?









CATATAN: Ayat-ayat Alkitab di bawah ini dapat digunakan untuk merenungkan topik artikel ini:

Kejadian 1:26-31; Kolose 3:17, 23; Efesus 3:20, 4:12-13; Yakobus 2:14-18

Posted by Suzanna L. Siregar at 07:29:47 | Permanent Link | Comments (0) |

Monday, March 12, 2007

Mengatasi Kesepian

30 Oktober 2006

MENGATASI  KESEPIAN
Oleh: Ken Korkow

Meski hidup dalam dunia yang luas, dalam kota yang berpenduduk sangat padat dan dalam sebuah kantor yang jumlah pegawainnya sangat banyak, kita dapat tetap merasa sangat kesepian. Bukankah hal tersebut sangat mengejutkan? Dengan segala kemajuan abad ke-21, kita hidup dalam suatu masyarakat yang penuh dengan orang-orang kesepian. Suatu studi melaporkan bahwa 15% dari responden yang diwawancarai merasa kesepian dalam sebagian besar waktu mereka, 78% merasa kesepian dalam sebagian kecil waktu mereka, dan hanya 6% menyatakan tidak pernah merasa kesepian.

Penulis buku dan pembicara terkemuka Charles Swindoll mendeskripsikan kesepian sebagai, "kata dengan makna paling penuh keterpisahan...." Tidak seorangpun kebal terhadap dampak menghancurkan yang kesepian. Banyak di antara kita menyadari kebenaran dan hikmat ungkapan, "Sungguh sepi berada di puncak." Saya membayangkan para pemimpin pemerintahan, para pemimpin tertinggi di perusahaan-perusahaan besar, bahkan para atlet dan tokoh di dunia hiburan yang terkenal mengalami serangan kesepian – paling tidak dalam sebagian dari waktu mereka.

Dalam Alkitab, Rasul Paulus, salah seorang pemimpin terkemuka di awal sejarah gereja, melukiskan episode kesepian dalam 2 Timotius 4:6-21. jadi bahkan seorang yang menjalani kehidupan sangat rohani dan sangat berbakti pada Tuhan juga bergumul mengatasi cengkraman kesepian. Mari kita pelajari beberapa hal yang lazim menyebabkan kesepian, dan saran-saran mengatasinya.

PENYEBAB KESEPIAN

TRANSISI KEHIDUPAN: Kehidupan terdiri dari rangkaian transisi, dari kelahiran ke masa sekolah ke wisuda ke masa bekerja ke pernikahan ke membesarkan anak-anak ke masa pensiun. Setiap perubahan yang Anda buat dalam kehidupan kemungkinan besar akan menyebabkan Anda mengalami kesepian.

PERPISAHAN: Anda mungkin menjadi pemilik segala harta dan uang yang ada dalam dunia ini dan merasa tinggal sendirian di suatu pulau dan Anda merasa sangat tersiksa.  Kita diciptakan untuk bersama dengan orang lain. Banyak orang pergi jauh dari kampung halamannya. dan tercabut dari akar keluarganya. Perpisahan karena tugas kemiliteran, pekerjaan, penyakit, perceraian, atau kematian

OPOSISI: Ketika Anda diserang, dipermalukan atau dikritik, sangat mungkin Anda akan mengalami kesepian.

PENOLAKAN:  Ketika Anda merasa telah dikhianati, disia-siakan atau diabaikan, Anda mungkin akan merasa kesepian. Salah satu kebutuhan emosional terbesar kita adalah kebutuhan untuk diterima. Saat Anda merasa ditolak, kesepian dapat melingkupi Anda.

Bagaimana Anda mengatasi kesepian? Beberapa orang memilih menggunakan obat-obat terlarang, mabuk-mabukan, mencoba program kencan yang diatur oleh komputer, atau menggunakan hal-hal lain sebagai pelipur kesepian. Bahkan pernah seorang pria menemui psikiater untuk mengusahakan agar ia mempunyai kepribadian ganda hingga pria itu mempunyai orang lain hidup bersamanya!

MENGATASI KESEPIAN

ISI WAKTU ANDA. Tolak godaan untuk tidak melakukan apapun. Gunakan waktu Anda untuk memperhatikan kebutuhan ragawi Anda: makan makanan yang baik, istirahat yang cukup, berolahraga, hindari obat-obatan terlarang dan alkohol, tata rambut Anda dengan rapi dan pilih pakaian Anda dengan cermat. Perhatikan kebutuhan mental Anda: jangan menjadi pencandu TV, bacalah buku dan majalah yang berisi hal-hal yang baik.  Perhatikan kebutuhan rohani Anda: bacalah Alkitab (di dalamnya akan Anda temukan arahan, instruksi, penyegar semangat dan pengharapan), berdoa, dan luangkan waktu dengan teman seiman. Perhatikan kebutuhan sosial Anda: jalin persahabatan (Ambil insiatif, berusahalah untuk tidak egois, dan bersabarlah – persahabatan membutuhkan waktu yang panjang) Temukan orang lain yang bernasib lebih tidak beruntung dibanding Anda dan bantulah dia.

MINIMALKAN RASA PEDIH ITU. Jangan pendam kepedihan terus-menerus dalam hati Anda. Jangan biarkan kepahitan dan amarah menguasai Anda.  Tidak seorangpun suka berada dekat seorang yang sinis, penuh kritik, atau dikuasai kemarahan. Kenali kepahitan itu – atur strategi mengatasinya. Redakan dan doakan kepahitan itu

RASAKAN KEHADIRAN TUHAN.  Di manakah Tuhan ketika Anda kesepian? Tuhan ada di mana-mana. Tidak ada tempat di mana Anda ada dan Tuhan tiada. Tuhan mengikat perjanjian ini: "Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau" (Yosua 1:5b).  Bukalah mata Anda dan rasakan kehadiran-Nya.

Ken Korkow tinggal di Omaha, Nebraska, A.S., di mana ia menjadi salah seorang direktur area CBMC. Artikel ini diadaptasi dari kolom “Fax of Life” yang ditulisnya setiap minggu.  Dipublikasikan seizin penulisnya. 

 

CBMC INTERNATIONAL: Robert Milligan, President
1065 N. 115th Street, Suite 210 Omaha, Nebraska 68154 U.S.A.
TEL.: (402)431-0002 FAX: (402)431-1749 E-MAIL: mmanna@cbmcint.org  Web site: www.cbmcint.org.
Untuk pertanyaan atau perubahan alamat, hubungi nbrownell@cbmcint.org


Pertanyaan Refleksi/Diskusi


1. Berkaitan dengan kesepian,  termasuk dalam kelompok survei manakah Anda: apakah Anda termasuk yang kelompok merasa kesepian dalam sebagian besar waktu mereka atau kelompok yang merasa kesepian dalam sebagian kecil waktu mereka, atau Anda termasuk kelompok kecil yang mengaku tidak pernah merasa kesepian?

2. Mengapa kita bisa merasa kesepian di tengah keramaian – merasa sangat kesepian saat sedang berjalan di tengah kota, menonton pertandingan olahraga atau konser bahkan ketika mengikuti kebaktian di gereja?

3. Deskripsikan suatu momen – baik yang terjadi di masa yang lalu atau saat ini – ketika Anda merasa kesepian.  Di masa lalu atau sekarang ini, bagaimana Anda mengatasi kesepian?

4. Menurut Anda apakah saran-saran mengatasi kesepian dalam artikel ini benar-benar membantu – baik Anda maupun orang lain yang Anda kenal – mengatasi kesepian? Jealskan jawaban Anda.

Ayat-ayat Alkitab berikut ini dapat dijadikan dasar merenungkan bagaimana hubungan dengan Tuhan dapat membantu mengatasi kesepian:

Mazmur 23:1-6, 139:1-10; Yesaya 41:10; Matius 28:20; Yohanes 16:5-15 www.sabda.org/alkitab

 

Posted by Suzanna L. Siregar at 06:51:36 | Permanent Link | Comments (0) |