Mendadak Kaya?
Pelayanan Komunitas Bisnis
7 Januari 2008
JALAN TERCEPAT DAN TERANDAL MENJADI KAYA
Oleh: Robert J. Tamasy
Bagi beberapa orang “mendadak kaya,” menjadi ungkapan paling didambakan, popularitasnya bahkan melampaui ungkapan “Aku cinta padamu.” Beberapa di antara kita berfantasi bagaimana rasanya memenangkan lotere, atau mendapat warisan besar. Bertahun-tahun, acara kuis televisi di Amerika “So You Want to Be a Millionaire!” (“Dan Anda Akan Menjadi Jutawan!”) berada di puncak ketenaran. Kuis ini tidak pernah kekurangan calon peserta.
Kita mungkin pernah mendengar bagaimana pengusaha-pengusaha ulet mendapatkan kekayaan mereka yang luar biasa besarnya. Beberapa di antara mereka mendapat laba besar dari produk atau jasa yang unik atau inovatif; yang lain menemukan ide dan mengupayakannya, kemudian memperoleh kemujuran dengan berada di tempat dan pada waktu yang tepat.
Internet juga membawa kemakmuran bagi mereka yang membangun apa yang kita sebut sebagai kerajaan “dot com”. Tetapi daya tarik mendadak-kaya tidak pelak membuat banyak orang rentan menjadi korban kejahatan. Misalnya, e-mail yang menjanjikan penerimanya menerima banyak uang dengan “membantu” mereka melakukan transaksi keuangan internasional dalam jumlah besar. Padahal intinya, satu-satunya orang yang mendapat kekayaan dengan cepat adalah orang yang menawarkan skema kaya-mendadak, kaya karena semua yang Anda keluarkan.
Tak dipungkiri daya pikat kekayaan sudah setua sejarah manusia. Mungkin karena itulah mengapa kitab Amsal yang tak lekang dimakan usia dengan jelas dan tegas mengingatkan jerat kekayaan yang datang tiba-tiba, mengajarkan bahwa jalan terbaik memperoleh kekayaan adalah melalui kerja keras yang terfokus dan konsisten, bukan melalui permainan probabilitas atau tindakan spekulatif. Renungkan nasihat berikut:
Dapatkan kekayaan dengan rajin bekerja. Bila Anda ingin mengalami kesejahteraan material dan finansial, jangan berharap dari nasib baik atau kemujuran. Rencana dengan akurat, lakukan tindakan nyata yang masuk akal, dan terus usahakan mencapai apa yang ingin Anda capai. Anda menuai apa yang Anda semai. Malahan, secara alami Anda menuai lebih dari yang Anda semai – jika anda menanam sebutir benih, kelak Anda akan menuai dalam jumlah yang berlipat ganda. “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen…. “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” – maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.” (Amsal 6:6-11; juga Amsal 24:30-34)
Kerja keras menghasilkan; mimpi kosong mengecewakan. Kadangkala sangat menghibur membayangkan apa yang akan kita lakukan dengan kekayaan yang datang tiba-tiba, tapi berharap khayalan seperti itu terjadi adalah suatu kebodohan. Seperti menunggu bis di sudut jalan, padahal sudah tidak ada lagi bis yang melewati daerah itu. Cara terbaik memperoleh sumber daya materiyang kita butuhkan adalah dengan menggunakan bakat, kemampuan dan pengalaman pribadi, memberdayakan semua itu dengan kerja keras untuk mencapai tujuan tertentu. . The best way to gain the material resources we need is to utilize our personal gifts, skills and experience, applying them through hard work to accomplish specific goals. “Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi” (Amsal 12:11, also Amsal 28:19).
Bicara itu mudah; rajin bekerja itu berat – tetapi suatu investasi yang bernilai. Siapa saja dapat dengan lantang mengatakan apa yang mereka inginkan. Ujian sebenarnya adalah apakah kita dapat mengubah keinginan menjadi perbuatan nyata. Berangan-angan dan berharap, bermimpi dan berencana mungkin berhasil menghabiskan waktu, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Akhirnya, kita masih akan bertanya-tanya mengapa kita tidak mencapai atau memperoleh apa yang kita harapkan. Kerja keras tidak hanya menghasilkan kekayaan materi, tetapi juga kekayaan dalam bentuk menikmati pekerjaan yang dikerjakan dengan baik. “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja” (Amsal 14:23).
Robert J. Tamasy adalah wakil presiden bidang komunikasi Leaders Legacy, Inc., sebuah perusahaan nir-laba yang berpusat di Atlanta, Georgia, A.S.. Ia berpengalaman lebih dari 30 tahun sebagai seorang jurnalis profesional, bersama David A. Stoddard menulis buku berjudul: The Heart of Mentoring: 10 Proven Principles for Developing People to Their Fullest Potential (NavPress).
CBMC INTERNATIONAL: Robert Milligan, President
1065 N. 115th Street, Suite 210 ▪ Omaha, Nebraska 68154 ▪ U.S.A.
TEL.: (402) 431-0002 ▪ FAX: (402) 431-1749 ▪ E-MAIL: info@cbmcint.org
Untuk pertanyaan atau perubahan alamat, hubungi: www.cbmcint.org
Pertanyaan Refleksi/Diskusi
1. Apa yang akan Anda lakukan bila tiba-tiba mendapat kekayaan ebsar yang tiba-tiba? Bagaimana Anda akan menggunakan kekayaan itu?
2. Pernahkah Anda – atau kenalan Anda - menjadi korban skema penipuan “kaya mendadak’? Jika pernah, penipuan seperti apa, apa akibatnya, atau bagaimana Anda berhasil ,elindungi diri dari jerat penipuan itu?
3. Menurut Anda, apakah yang menjadi akar keinginan menjadi kaya dengan sedikit bahkan sama sekali tanpa usaha, seperti melalui permainan peluang atau tindakan beresiko tinggi?
4. Bagaimana tanggapan Anda mengenai pemikiran bahwa alih-alih bermimpi dan berkhayal tentang kekayaan yang datang tiba-tiba, kita seharusnya bekerja dengan rajin untuk mendapat apa yang kita perlukan – bahkan apa yang ingin kita miliki?
Catatan: Ayat-ayat Alkitab di bawah ini dapat digunakan untuk merenungkan topik tulisan ini:
Amsal 10:4-5, 12:24, 13:4. 13:11, 18:9, 19:15, 20:13, 21:5