Friday, March 9, 2007

Perspektif Hidup

24 Juli  2006

PEDOMAN MENJAGA KEHIDUPAN TETAP DALAM PERSPEKTIF YANG BENAR
Oleh: Ken Korkow

Anda mungkin menganggap hal berikut ini aneh, tetapi inilah yang pertama kali saya lakukan begitu sampai di rumah pulang dari tempat kerja (segera setelah saya mencium istri saya, Liz) yaitu memisahkan rubrik “Sketsa Kehidupan” dari lembaran surat kabar lainnya dan membaca kolom komik.  Komik yang paling saya sukai adalah serial komik “Peanuts,” karena karakter-karakternya sangat luar biasa, kombinasi karakter lucu dan muram.  Charles Schulz, pencipta “Peanuts,” begitu piawai memahami perilaku manusia sehingga tokoh anjing kartunnya yang terkenal itu, Snoopy, masih tetap membuat orang tertawa – lama setelah kematian Mr. Schulz di bulan Februari 2000.

Jauh sebelum kematiannya, Charlie Schulz telah membuktikan bahwa ia adalah seorang kartunis terkenal. Menurut saya, ketenarannya ini, salah satunya adalah, karena ia tahu bagaimana tertawa dan menjaga kehidupan tetap dalam perspektif.  Salah satu komentarnya mengenai kehidupan sehari-hari yang paling berkesan adalah: “Jangan kuatir, akhir zaman tidak akan terjadi hari ini, sebab saat ini di Australia hari besok sudah datang.”

Untuk Anda dan saya yang kini tengah berjuang menjaga kehidupan tetap dalam perspektif, kuis sederhana berikut ini rasanya perlu kita jawab:
1. Sebutkan nama lima orang terkaya di dunia.
2. Sebutkan nama pemain-pemain terkenal di arena pertandingan olahraga favorit Anda dalam lima tahun terakhir.
3. Sebutkan nama para pemenang Golden Globe untuk kategori aktor dan aktris terbaik dalam lima tahun terakhir.
4. Sebutkan nama 10 orang pemenang Hadiah Nobel dan Hadiah Pulitzer.
5. Sebutkan nama acara TV paling popular pada tahun 1999.
6. Sebutkan nama pemenang medali emas untuk nomor keindahan meluncur di atas es kategori pria pada Olimpiade tahun 2002, atau pemenang medali emas nomor 200-meter gaya berganti pada Olimpiade Musim Panas tahun 2000.

Berapa banyak di antara pertanyaan-pertanyaan tersebut yang dapat Anda jawab dengan benar? (Maaf, Anda harus siap untuk kecewa karena saya tidak akan memberikan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jika Anda benar-benar ingin mengetahui jawaban yang benar, Anda harus mencarinya sendiri.)

Intinya adalah, tidak seorang pun di antara kita tetap mengingat para “pembuat tajuk berita,” pesohor, “nama-nama terkenal” di masa lalu. Bukan karena orang-orang tersebut adalah tokoh atau pemenang kelas-dua. Karena mereka semua pada masanya, dalam bidang yang mereka tekuni, adalah tokoh-tokoh terbaik dari yang terbaik. Namun tepuk tangan kekaguman dan pengakuan akhirnya berakhir. Kecemerlangan piala dan medali lambang kemenangan pun luntur. Prestasi-prestasi hebat akhirnya dilupakan orang.  Ulasan penuh pujian, piagam penghargaan, lencana kehormatan dikuburkan bersama pemiliknya.

Kuis di bawah ini, mungkin akan lebih mudah dijawab dibanding kuis sebelumnya:
1. Sebutkan sedikitnya tiga nama guru yang membantu Anda menjalani masa pendidikan ketika masih bersekolah dulu.
2. Sebutkan tiga nama teman yang siap membantu Anda menghadapi saat-saat yang sulit.
3. Sebutkan lima nama orang yang telah mengajarkan hal-hal berguna kepada Anda.
4. Sebutkan tiga nama orang yang membuat Anda merasa berharga dan dihargai.
5. Sebutkan lima orang dengan siapa Anda menikmati hal-hal yang menyenangkan.
6. Sebutkan empat nama pahlawan yang kisahnya menjadi inspirasi hidup Anda.

Saya yakin Anda akan berpendapat kuis kedua lebih mudah dari kuis pertama, dan yang lebih penting lagi, saya tidak harus memberikan jawaban yang benar untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut! Jawaban untuk semua pertanyaan dalam kuis kedua adalah nama orang-orang yang Anda kenal secara pribadi dan selanjutnya – kisah-kisah mereka dapat Anda ceritakan kepada orang lain sehingga membawa dampak dahsyat dalam jangka waktu yang panjang bagi kehidupan paling tidak satu orang yang sangat Anda kenal.

Orang-orang yang membawa pengaruh positif dalam kehidupan kita bukanlah orang-orang yang sangat luar biasa hebatnya, bukan juga mereka yang memiliki kekayaan yang sangat besar, atau mereka yang memiliki setumpuk penghargaan.  Melainkan orang-orang yang peduli – baik kepada kita maupun kepada orang lain.  Mereka  yang menerapkan pengajaran Yesus Kristus “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39).

Ken Korkow berdomisili di Omaha, Nebraska, A.S., tempat ia bekerja sebagai direktur wilayah CBMC. Artikel ini diadaptasi dari kolom mingguannya “Fax of Life” dan  dipublikasikan seijin penulisnya.

CBMC INTERNATIONAL: Robert Milligan, President
1065 N. 115th Street, Suite 210 Omaha, Nebraska 68154 U.S.A.
TEL.: (402)431-0002 FAX: (402)431-1749 E-MAIL: mmanna@cbmcint.org  Web site: www.cbmcint.org.
Untuk pertanyaan atau perubahan alamat, hubungi nbrownell@cbmcint.org

Pertanyaan Refleksi/Diskusi

1. Mengapa baik sebagai individu – maupun sebagai bagian dari suatu kelompok masyarat - kita dengan sangat cepat melupakan orang-orang yang pernah menjadi tajuk berita di surat kabar atau pernah  menjadi sorotan kamera TV?

2. Apakah Anda sependapat dengan pernyataan bahwa orang yang benar-benar berarti dalam kehidupan ini bukanlah mereka yang mendapat pelbagai penghargaan bergengsi dan menjadi pusat perhatian mass-media tetapi mereka yang diam-diam membawa pengaruh baik dalam kehidupan orang-orang di sekitar mereka?  Mengapa atau mengapa tidak?

3. Dalam hal apa saran dalam artikel “Monday Manna” ini untuk meletakkan apa yang penting dalam kehidupan pada perspektif yang benar mempengaruhi cara Anda memandang  tujuan dan target – baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi – yang selama ini telah dengan tekun Anda usahakan, bahkan dengan sungguh-sungguh Anda perjuangkan?

4. Yesus Kristus, sungguh, adalah tokoh yang namanya terkenal di seluruh penjuru dunia. Tetapi Ia tidak pernah muncul dalam siaran langsung di televisi, tidak pernah merekam sebuah lagu pun, dan tidak pernah memiliki kekayaan bernilai jutaan dolar. Berdasarkan apa yang Anda ketahui tentang diri-Nya dan kehidupan-Nya, mengapa 2.000 tahun setelah kehadiran-Nya di dunia – jutaan orang masih terus memuliakan-Nya dan melantunkan lagu pujian bagi-Nya?

Ayat-ayat Alkitab di bawah ini dapat Anda gunaakan sebagai dasar merenungkan makna meletakkan kehidupan pada sudut pandang yang benar:

Matius 6:19-21; Yohanes 15:9-17; Kisah Para Rasul 4:32; Filipi 2:3-4; 1 Yohanes 4:7-12 www.sabda.org/alkitab

Posted by Suzanna L. Siregar in 05:34:55
Comments

Leave a Reply