Friday, March 9, 2007

Penyalahgunaan Wewenang

2 Oktober  2006

KEBAJIKAN TIDAK DAPAT MENUTUPI PENYALAHGUNAAN WEWENANG
Oleh: Robert J. Tamasy

Saat salah seorang pimpinan teratas sebuah perusahaan internasional meninggal dunia, pujian atas kebaikannya yang luar biasa karena telah mendermakan dana untuk pelbagai kegiatan kemanusiaan banyak dilontarkan.  Sayangnya, “ketenaran” pemimpin ini bukan karena kebajikannya.  Ia menjadi sorotan publik justru karena pernah merugikan perusahaan dan kehidupan ribuan karyawannya, termasuk mengorbankan uang pensiun mereka. 

Ironis memang, karena meski rajin melakukan kebaikan, tokoh ini gagal memenuhi tuntutan utama mereka yang mempercayainya, mereka yang menyumbangkan kemampuan dan talentanya membantu sang pemimpin memperoleh kekayaan, sehingga ia dapat bebas menderma. Tampaknya tidak tepat bila gelar “filantropik” (atau pengasih sesama manusia) dianugerahkan kepadanya. 

Hal yang sama, sayangnya, terjadi juga pada banyak “pimpinan industri,” baik pemimpin masa lalu maupun pemimpin masa kini, mereka menempatkan ambisi dan kepentingan sendiri di depan kepentingan para pegawai yang telah bekerja dengan tekun dan penuh kepercayaan di bawah arahan para pemimpin tersebut.  Masalah serupa berkali-kali disinggung dalam bab ke-10 buku kuno Amsal, buku yang penulis utamanya adalah Raja Salomo dari Israel.  Penyalahgunaan wewenang demi pencapaian pribadi yang hingga kini masih terus terjadi juga merupakan argumen Salomo dalam bukunya yang lain, ia menuliskan “Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari” (Pengkhotbah 1:9).  Renungkanlah beberapa pengajaran yang terdapat dalam kitab Amsal:

Hidup benar lebih baik daripada hidup dalam kekayaan. Kekayaan yang diperoleh melalui kompromi etis berumur pendek.  Dan kekayaan sebanyak apapun tidak berguna dalam kubur.  “Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut” (Amsal 10:2).

Berusahalah untuk dikenang karena perbuatan-perbuatan benar.  Kepemimpinan Anda - baik positif maupun negatif - adalah sesuatu yang akan tetap dikenang bahkan setelah peran Anda di dunia ini berakhir.  Kenangan apa yang ingin Anda tinggalkan? “Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk”(Amsal 10:7).

Hidup dengan integritas membawa kedamaian batin.  Orang yang mempraktekkan perilaku tidak etis atau penuh tipu daya pasti akan selalu hidup dalam ketakutan terungkapnya kebohongan-kebohongan mereka.  Sebaliknya, hati nurani yang bersih adalah harta berharga.  “Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui” (Amsal 10:9).

Anda akan memetik apa yang Anda tabur.   Bila Anda hidup dan berperilaku mengikuti standar etis yang tinggi, Anda akan memetik imbalan jangka panjang.  Mereka yang mempraktekkan ketidakjujuran akan menerima konsekuensinya.  “Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa” (Amsal 10:16).   
    
Kepemimpinan yang etis dapat tetap bertahan menghadapi permusuhan.  Integritas tidak menyebabkan para pemimpin kebal terhadap kesukaran dan masalah, tetapi dengan menerapkan integritas, mereka tidak perlu khawatir harus bertindak berlebihan mempertahankan diri terhadap serangan kecaman mementingkan diri sendiri.  “Bila taufan melanda, lenyaplah orang fasik, tetapi orang benar adalah alas yang abad” (Amsal 10:25).

Menjalani segala hal dengan cara Tuhan membawa rasa aman.  Dalam Alkitab, Tuhan telah menyediakan “petunjuk pemakaian” menghadapi kehidupan dan pekerjaan setiap hari. Mempelajari dan menerapkannya memberikan kedamaian hati dan perlindungan. Bila Anda mengabaikannya, Anda akan menanggung akibatnya.  “Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat“ Amsal 10:29).

Robert J. Tamasy adalah wakil presiden bidang komunikasi Leaders Legacy, Inc., sebuah perusahaan nir-laba yang berpusat di  Atlanta, Georgia, A.S.. Ia berpengalaman lebih dari 30 tahun sebagai seorang jurnalis profesional, bersama David A. Stoddard menulis buku berjudul: The Heart of Mentoring: 10 Proven Principles for Developing People to Their Fullest Potential (NavPress), dan menulis buku yang baru saja diterbitkan Business At Its Best – Timeless Wisdom from Proverbs for Today’s Workplace (River City Press). Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada www.theheartofmentoring.com atau www.rivercitypress.net.

CBMC INTERNATIONAL:  Robert Milligan, President
1065 N. 115th Street, Suite 210 Omaha, Nebraska 68154 U.S.A.
TEL.: (402) 431-0002  FAX: (402) 431-1749
Untuk pertanyaan, hubungi Nicole Brownell: nbrownell@cbmcint.org  Web site: www.cbmcint.org 
Untuk perubahan alamat atau pertanyaan khusus kunjungi http://www.cbmcint.org/listactions.php

Pertanyaan Refleksi/Diskusi

1. Menurut Anda apakah perbuatan baik - misalnya menyumbang dengan murah hati untuk suatu kebaikan, atau terlibat dalam kerja sukarela - dapat menutupi etos kerja pribadi yang dipenuhi oleh kompromi etis, tipu daya, dan penyalahgunaan wewenang dan posisi?  Jelaskan jawaban Anda.

2. Hampir setiap minggu, kita membaca dan mendengar berita mengenai pemimpin-pemimpin bisnis yang melakukan hal-hal yang mempermalukan dirinya sendiri dan membawa kehancuran perusahaan yang mereka pimpin.  Dan menurut Amsal, hal ini telah menjadi masalah dari ribuan tahun yang lalu sampai sekarang.  Menurut Anda mengapa hal ini terjadi?

3. Menurut pendapat Anda mengapa banyak sekali pemimpin yang takluk pada godaan memperoleh sesuatu dengan cepat dengan menerapkan keputusan dan tindakan yang tidak etis dan tidak bermoral, meskipun mereka mungkin menyadari bahwa suatu saat pelanggaran yang mereka lakukan akan terungkap?  Atau menurut Anda para pemimpin itu memang mempunyai cara menghindari pengungkapan kesalahan mereka tersebut?

4. Manakah di antara prinsip-prinsip yang dicantumkan dalam Amsal pada artikel ini - jika ada – yang paling berarti bagi Anda?

Ayat-ayat Alkitab di bawah ini dapat dijadikan dasar merenungkan topik artikel ini:

Amsal 10:22, 27, 30; Amsal 11:3, 13:6, 21:28, 28:16; Lukas 12:41-48 www.sabda.org/alkitab

 

Posted by Suzanna L. Siregar at 07:31:16
Comments

Leave a Reply