Friday, March 9, 2007

Penanganan Stres

18  September  2006

TUJUH RAHASIA PENANGANAN STRES
Oleh: Rick Warren

Dalam dunia kerja masa kini, stres tidak lagi dapat dihindari.  Stres bahkan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari deskripsi pekerjaan.  Beragam hal dapat menyebabkan kita mengalami stres di tempat kerja, di rumah, bahkan ketika melakukan hal-hal yang kita sukai.  Tetapi stres seharusnya tidak boleh mengalahkan kita – stres dapat dikendalikan.  Renungkanlah apa yang disampaikan oleh Rick Warren dalam tulisannya yang berjudul ‘Seven Secrets Of Stress Management’ (Tujuh Rahasia Penanganan Stres) berikut ini: 

Apakah Anda pernah merasa hidup dan jadual Anda seakan lepas kendali?  Anda memang tidak dapat menghapus stres, tetapi Anda dapat mengendalikannya.  Yang penting bukanlah seberapa banyak stres yang Anda dapat tanggung, tetapi bagaimana Anda menghadapinya.  Yesus Kristus mengalami stres dan tekanan yang luar biasa dahsyatnya, tetapi semua itu tampaknya tidak mempengaruhi ketenangan jiwa-Nya.  Sebaliknya, bahkan dalam penolakan keras akan kehadiran-Nya, permohonan yang terus-menerus harus didengarkan-Nya dan sempitnya ruang gerak privasi-Nya, kehidupan Yesus Kristus justru mencerminkan kedamaian penuh keseimbangan.  Apakah rahasia-Nya?  Penelusuran seksama atas gaya hidup-Nya mengungkapkan tujuh rahasia “peredam stres”:

1. IDENTIFIKASI DIRI: Kenali siapa Anda sebenarnya!  Delapan belas kali secara terbuka Yesus menyatakan identitas-Nya.  Ia sangat mengenal siapa diri-Nya. Jika Anda tidak yakin mengenai identitas Anda, maka sama saja artinya dengan memperkenankan orang lain memaksa Anda mengenakan identitasnya.  Berusaha menjadi orang lain menyebabkan stres!  “Akulah terang dunia…” (Yohanes 8:12).

2. DEDIKASI:  Tentukan siapa yang ingin Anda senangkan.  Anda tidak mungkin menyenangkan hati  semua orang.  Bahkan Allah tidak melakukan hal tersebut.  Karena ketika Anda menyenangkan hati sekelompok orang, kelompok yang lain mungkin merasa kecewa terhadap Anda. Yesus tidak pernah membiarkan ketakutan akan penolakan keberadaan-Nya memanipulasi diri-Nya.  Tidak seorangpun dapat menekan Anda tanpa izin Anda.  “…sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku “ (Yohanes 5:30). 

3. ORGANISASI: Tetapkan target dengan jelas.  Persiapan mencegah tekanan dan penundaan merupakan cikal-bakal tekanan.  Anda dapat memilih bekerja berdasarkan prioritas atau berdasarkan tekanan.  Yesus bersabda, “Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi” (Yohanes 8:14).

4. KONSENTRASI: Pada suatu saat berfokuslah hanya pada satu hal.  Anda tidak mungkin mengejar dua ekor kelinci pada saat yang bersamaan!  Yesus tahu bagaimana menangani interupsi tanpa mengabaikan apa yang menjadi tujuan utama-Nya. “Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus” (Lukas 4:42-44).

5. DELEGASI: Jangan mencoba melakukan segala sesuatu sendiri.  Kita dapat menjadi tertekan saat merasa segala hal bergantung pada diri kita.  Yesus merekrut 12 murid.  Jangan biarkan perfeksionisme, atau kekuatiran bahwa orang lain mampu melakukan pekerjaan lebih baik dari Anda, menyebabkan Anda tidak mengikutsertakan orang lain dalam suatu tugas. “Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil” (Markus 3:14).

6. MEDITASI: Biasakan berdoa.  Sesibuk apapun, Yesus selalu meluangkan waktu setiap hari untuk menyendiri dan berdoa.   “Saat Teduh” adalah suatu peredam stres yang ampuh. Gunakan saat teduh tersebut untuk bersama-sama dengan Tuhan membicarakan semua masalah dan tekanan yang Anda hadapi, melakukan evaluasi prioritas yang sudah Anda tetapkan, dan menemukan cara mencapai kesuksesan dalam hidup dengan membaca Alkitab.  “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” (Markus 1:35).

7. RELAKSASI: Luangkan waktu untuk menikmati kehidupan!  Keseimbangan adalah kunci penanganan stres.  Kerja harus diimbangi dengan kegiatan yang menyenangkan dan ibadah “ …Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!’” (Markus 6:30-31).

Rick Warren adalah penulis buku laris berjudul, The Purpose-Drive Life, yang telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan dijual di seluruh penjuru dunia.  Buku ini memaparkan pentingnya memiliki tujuan hidup yang dengan seksama dan jelas dirumuskan sebagai panduan menjalani kehidupan setiap hari.

CBMC INTERNATIONAL:  Robert Milligan, President
1065 N. 115th Street, Suite 210 ▪ Omaha, Nebraska 68154 ▪ U.S.A.
TEL.: (402) 431-0002 ▪ FAX: (402) 431-1749
Untuk pertanyaan, hubungi Nicole Brownell:
nbrownell@cbmcint.org  Web site: www.cbmcint.org 
Untuk perubahan alamat atau pertanyaan khusus kunjungi
http://www.cbmcint.org/listactions.php

Pertanyaan Refleksi/Diskusi

1. Apa penyebab utama stres yang Anda hadapi setiap hari, baik di tempat kerja maupun di rumah?

2. Bagaimana Anda menghadapi stres tersebut – apakah Anda mampu mengendalikan stres, atau justru sebaliknya stres justru yang mengendalikan Anda?  Jelaskan jawaban Anda.

3. Adakah seseorang di tempat kerja Anda – seorang atasan, atau rekan sekerja – yang tampaknya menghadapi stres lebih baik dibanding orang lain?  Menurut Anda apakah rahasianya?

4. Manakah dari “Tujuh Rahasia Penanganan Stres” yang disimpulkan oleh Rick Warren yang bagi Anda sangat berarti dan sangat membantu?  Atau sebaliknya, menurut Anda prinsip-prinsip tersebut tidak praktis dan tidak berguna. Cobalah untuk memberikan jawaban secara rinci.

Ayat-ayat Alkitab di bawah ini dapat digunakan untuk merenungkan topik cara menangani stres dengan efektif:

Yesaya 26:3, 41:10; Filipi 3:12-14, 4:4-9; 1 Tesalonika 5:16-18; Yakobus 1:2-4 www.sabda.org/alkitab

Posted by Suzanna L. Siregar at 07:14:11
Comments

Leave a Reply