Friday, March 9, 2007

Manfaat Pembinaan

17 Juli 2006

MENARIK MANFAAT  SEBANYAK-BANYAKNYA  DARI PEMBINAAN
Oleh: Robert J. Tamasy

Pembinaan (mentoring) menjadi istilah popular dalam dunia bisnis dan dunia kerja masa kini. Tampaknya, semua orang setuju bahwa membina staf yang lebih muda dan masih kurang berpengalaman adalah suatu tindakan yang bermanfaat, karenanya banyak perusahaan telah berupaya melembagakan program pembinaan, meski derajat keberhasilannya sangat beragam.  Selanjutnya, jika Anda menanyakan manfaat program pelatihan kepada mereka yang pernah terlibat di dalamnya, maka penilaian mereka akan bervariasi dari “sangat baik” ke “benar-benar hanya membuang waktu.”

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa keragaman tanggapan tersebut sangat dipengaruhi oleh harapan.  Banyak orang mengharapkan menemukan hubungan sejati dengan pembina  mereka, sehingga jika pembina menjalankan tugasnya sekadar melaksanakan pekerjaan, atau bahkan melakukannya dengan enggan, maka baik pembina maupun peserta binaan tidak akan mendapat manfaat.

Akar permasalahan ini adalah kecenderungan kita menganggap pembinaan sebagai suatu “program” - tugas atau pekerjaan yang tercantum dalam daftar “hal-hal yang harus dilakukan” setiap hari atau setiap minggu. Namun, sebagaimana pernyataan saya dan David A. Stoddard dalam buku kami, The Heart of Mentoring: 10 Proven Principles for Developing People to Their Fullest Potential (Intisari Pembinaan: 10 Prinsip yang Sudah Terbukti  untuk Mengembangkan Sumber Daya Manusia hingga dapat Memanfaatkan Seluruh Potensinya), pembinaan sebaiknya dipandang sebagai suatu proses, bahkan sebagai suatu perjalanan yang dilakukan oleh dua orang bersama-sama.

Kami memandang pembinaan sebagai suatu upaya yang melibatkan “keseluruhan pribadi manusia”. menyadari bahwa manusia adalah mahluk yang kompleks dan memiliki kehidupan yang berdimensi-banyak (akal-pikiran, raga, rohani dan sosial), sehingga tidak dapat dihindari pengaruh kehidupan pribadi terhadap kehidupan profesional mereka - demikian juga sebaliknya, kehidupan profesional berpengaruh terhadap kehidupan pribadi mereka.  Meski pendekatan pembinaan yang berfokus sempit dan bersifat satu-dimensi  bermanfaat, orang-orang muda tampaknya akan jauh lebih tertarik pada pembina yang bersedia memberikan pengetahuan dan kebijaksanaan yang merupakan inti-sari semua aspek kehidupan, baik kehidupan keluarga dan keuangan, maupun masalah pekerjaan yang telah dialami oleh para pembina.  Orang-orang muda ini berhasrat belajar dari mereka yang telah lebih jauh menapaki jalan kehidupan. 

Meski Alkitab tidak dengan persis menggunakan istilah “pembinaan,” di dalamnya tercantum beberapa pengajaran yang dapat meningkatkan proses pembinaan. Renungkanlah hal-hal berikut:

Pembinaan memberi manfaat timbal-balik bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.  Dalam pembinaan, kami menyarankan penggunaan istilah “pembina” dan “rekan binaan,” karena dalam proses tersebut keduanya dapat - dan biasanya memang demikian - saling belajar dan menarik manfaat satu sama lainnya.  Paling tidak, dari “rekan” yang lebih muda  itu, para pembina berkesempatan memandang kehidupan dan pekerjaan dari perspektif yang berbeda. Amsal 27:17 mengatakan, “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”

Pembinaan berfungsi dengan baik jika semua yang terlibat berperan-serta. Seringkali terjadi mereka yang saya bina, yang meminta saran dari saya justru membantu saya menyelesaikan masalah yang tengah saya hadapi, mereka memberikan nasehat-nasehat berharga, atau dengan pelbagai cara memberikan dukungan dan semangat mengatasi masalah saya.  Dan kami pun bekerja-sama menyelesaikan masalah.  “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya” (Pengkhotbah 4:9-10).

Pembinaan seharusnya merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan. Pembinaan bukan berarti mempunyai “jawaban atas segala hal.”  Seringkali pembinaan hanya membutuhkan telinga yang peduli untuk mendengarkan, hati yang penuh perhatian, atau sekadar kesediaan menyampaikan saran dan dukungan melalui ucapan-ucapan yang tulus pada saat dibutuhkan. “Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!” (Amsal 15:23).

Pembinaan adalah sesuatu yang mendatangkan banyak manfaat.  Anda mungkin bertanya-tanya, “Mengapa saya harus bersusah-payah membina orang lain?”  Jawabannya sederhana saja:  Saat memberikan diri Anda - waktu, tenaga, kekayaan pengetahuan dan hikmat yang Anda miliki, Anda akan menerima kepuasan karena telah membantu orang lain. “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini (Tuhan) mengasihi engkau, maka Aku memberikan…bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu” (Yesaya 43:4).

Robert J. Tamasy adalah wakil presiden bidang komunikasi Leaders Legacy, Inc., sebuah perusahaan nir-laba yang berpusat di  Atlanta, Georgia, A.S.. Ia berpengalaman lebih dari 30 tahun sebagai seorang jurnalis profesional, bersama David A. Stoddard menulis buku berjudul: The Heart of Mentoring: 10 Proven Principles for Developing People to Their Fullest Potential (NavPress), dan menulis buku yang baru saja diterbitkan Business At Its Best – Timeless Wisdom from Proverbs for Today’s Workplace (River City Press). Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada www.theheartofmentoring.com atau www.rivercitypress.net.

CBMC INTERNATIONAL: Robert Milligan, President
1065 N. 115th Street, Suite 210 Omaha, Nebraska 68154 U.S.A.
TEL.: (402)431-0002 FAX: (402)431-1749 E-MAIL: mmanna@cbmcint.org  Web site: www.cbmcint.org.
Untuk pertanyaan atau perubahan alamat, hubungi nbrownell@cbmcint.org

Pertanyaan Refleksi/Diskusi

1. Apakah Anda mempunyai seorang pembina?  Jika Anda punya, gambarkanlah apa arti pembina itu bagi Anda.  Jika Anda tidak punya seorang pembina, apakah Anda ingin mempunyai seorang pembina - dalam hal apa Anda mengharapkan pembina tersebut membantu Anda?

2. Pernahkah Anda mencoba membina orang lain?  Gambarkan hal tersebut. Apakah kegiatan tersebut merupakan pengalaman positif bagi Anda? Mengapa atau mengapa tidak?

3. Apakah ulasan tentang pembinaan dalam “Monday Manna” edisi minggu ini memberikan ide atau perspektif baru bagi Anda?

4. Apa tanggapan Anda mengenai ide bahwa pembinaan melibatkan “keseluruhan pribadi manusia”?  Apakah hal ini masuk akal - atau terasa terlalu berlebihan, terlalu sulit dijalankan, bahkan di luar jangkauan pemikiran Anda? Jelaskan jawaban Anda.

Berikut adalah ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan pembinaan dan memperoleh manfaat dari orang lain:

Lukas 5:1-11, 27-32; Imamat 34:5-9; Yosua 1:1-9; 2 Timotius 2:2; 3 Yohanes 4 www.sabda.org/alkitab

Posted by Suzanna L. Siregar in 05:31:22
Comments

Leave a Reply