Keinginan Menjadi Kaya
25 September 2006
SEBERAPA KUAT KEINGINAN ANDA MENJADI SEORANG JUTAWAN?
Oleh: Ken Korkow
Menurut Anda apakah Anda akan gembira menerima satu juta dolar? Andaikan saya memberikan satu juta dolar kepada Anda, dengan satu syarat. Apa yang akan Anda beli? Sebuah rumah baru? Kapal pesiar? Menjalani operasi plastik? Membeli mobil mewah yang selama hanya menjadi impian Anda? Ya, pasti, menjadi seorang jutawan memang sangat menyenangkan, membuka banyak kesempatan baru bagi Anda.
Tetapi jangan lupa, saya telah katakan “dengan satu syarat.” Syarat apa? Sederhana saja: Anda akan menjadi seorang jutawan sejati yang benar-benar mempunyai uang sebesar satu juta dolar – tapi hanya untuk satu hari. Begitu hari itu berakhir, Anda harus mengembalikan semuanya. Mengembalikan rumah, kapal pesiar, mobil, dan segala sesuatu yang telah Anda beli. Anda bahkan harus mengembalikan bedah plastik yang telah Anda jalani.
Jika kondisinya seperti itu, tampaknya, menjadi seorang jutawan tidak lagi menarik, bukan? Mungkin karena kenikmatan sesaat dari kekayaan tidak lagi berarti jika kemudian hilang dalam sekejab. Sesungguhnya kita hidup dalam dunia yang seperti itu. Kita ingin semua yang kita ingini terpenuhi sekarang juga. Menariknya, ternyata telah diteliti bahwa kedewasaan seseorang salah satunya ditandai oleh kesediaannya mengorbankan kesenangan sementara untuk memperoleh sesuatu yang membawa manfaat jangka panjang.
Terdapat dua papan pencatat nilai yang berbeda dalam kehidupan, tak peduli apapun posisi Anda dalam dunia bisnis dan dunia kerja atau dalam bidang olahraga. Papan pencatat skor yang pertama terdapat di “Planet Bumi”. Papan ini mencantumkan paling tidak empat kategori umum: Kecantikan, Kecerdasan, Kekuatan, dan Uang.
Papan ini mencantumkan paling tidak empat kategori umum: Kecantikan, Kecerdasan, Kekuatan, dan Uang.
Kecantikan berarti penampilan dari luar: Hal ini berkaitan dengan kemolekan ragawi, keselarasan dan keindahan pakaian yang Anda kenakan, atau apakah pasangan hidup Anda atau “orang di dekat Anda” tampil menawan. “Kecantikan” juga menyangkut apakah rumah, mobil, perhiasan dan perangkat pribadi, anak-anak, pekerjaan atau hobi Anda membuat orang lain kagum atau iri?
Kecerdasan berhubungan dengan kapasitas dan kemampuan mental, baik berkait dengan penalaran hal-hal nyata maupun dengan daya imajinasi. Selama 200 tahun terakhir, pintu kesempatan seringkali hanya terbuka bagi mereka yang mengecap pendidikan tinggi dan berhasil memperoleh gelar sarjana. Tapi kini pembunuh-konsep atau “killer-concept”: yaitu mereka yang berhasil mengubah konsep yang selama ini dianut para konsumen (misalnya melalui inovasi-inovasi yang kemudian menjadi cikal-bakal perusahaan seperti Federal Express, Apple Computer, Microsoft dan Google) berhasil membuka pintu kesempatan yang sama. Kini, tidak seperti masa sebelumnya, ide seseorang yang kreatif dan inovatif dapat mengubah hidup Anda.
Kekuatan mengacu pada kekuatan raga, penampilan lahiriah dan kebugaran tubuh. Anda tidak mungkin dapat sepenuhnya menikmati sisi-sisi lain dalam kehidupan ini jika Anda tidak memiliki kesehatan raga yang prima.
Uang sering kali diartikan sebagai kekuasaan: Sungguh mengagumkan bagaimana kita menghormati sekaligus iri pada orang kaya. Uang membuka banyak pintu kesempatan – mendapatkan tempat duduk terbaik di restauran, perhatian khusus dalam peristiwa sosial, ditempatkan di posisi terhormat dalam pertemuan-pertemuan penting.
Namun fakta pahit adalah bahwa kehidupan di atas bumi ini, betapapun indahnya, hanyalah ibarat uap. Masa hidup kita, dibandingkan keabadian, sama cepatnya dengan hilangnya uap dari teko berisi teh panas. Kita menjalani kehidupan menurut aturan main Planet Bumi, tetapi suatu hari, lebih cepat dari yang kita kira, segala sesuatu akan lenyap. Semua akan digantikan oleh apa yang kita kenal sebagai papan pencatat nilai “Surga atau Neraka”: Di manakah Anda akan menjalani keabadian?
Dan inilah penjelasan Alkitab mengenai hal tersebut: “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27). “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat” (2 Korintus 5:10).
Kini rasanya, kecantikan, kecerdasan, kekuatan dan uang menjadi tak bernilai. Cepat atau lambat kita akan mendapatkan bahwa papan pencatat nilai versi Planet Bumi tidak layak dipertahankan.
Ken Korkow berdomisili di Omaha, Nebraska, A.S., tempat ia bekerja sebagai direktur wilayah CBMC. Artikel ini diadaptasi dari kolom mingguannya “Fax of Life” dan dipublikasikan seijin penulisnya.
CBMC INTERNATIONAL: Robert Milligan, President
1065 N. 115th Street, Suite 210 Omaha, Nebraska 68154 U.S.A.
TEL.: (402)431-0002 FAX: (402)431-1749 E-MAIL: mmanna@cbmcint.org Web site: www.cbmcint.org.
Untuk pertanyaan atau perubahan alamat, hubungi nbrownell@cbmcint.org
Pertanyaan Refleksi/Diskusi
1. Jika seseorang memberikan satu juta dolar kepada Anda, apa yang akan Anda lakukan dengan uang tersebut?
2. Apakah Anda sependapat dengan deskripsi Ken Korkow mengenai “papan pencatat nilai Planet Bumi”? Hal apa lagi, jika ada, yang dapat Anda tambahkan ke dalam daftarnya selain kecantikan, kecerdasan, kekuatan, dan uang? Di antara hal-hal tersebut manakah yang menurut Anda paling penting – dan mengapa?
3. Ketika seorang masih muda, keindahan fisik, kecerdasan dan kekuatan tampaknya merupakan hal-hal yang sangat penting, menurut Anda apakah nilai hal-hal tersebut akan berkurang seiring bertambahnya usia seseorang? Jika ya, apa yang menggantikan hal-hal tersebut?
4. Apakah kita seharusnya menjalani hidup – sebagaimana disarankan oleh penulis artikel Monday Manna kali ini – dalam perspektif yang menyatakan bahwa kita memang insan abadi, bukan hanya mahluk yang hidup selama 50, 60, 70 tahun atau lebih? Atau haruskah kita hidup semata menikmati apa yang dapat kita usahakan dalam kehidupan ini dan tidak mempedulikan apa yang akan datang setelah itu – itupun jika memang ada sesuatu setelah kehidupan berakhir? Jelaskan jawaban Anda.
Ayat-ayat Alkitab di bawah ini dapat digunakan sebagai dasar merenungkan topik dalam artikel ini:
Pengkhotbah 2:1-11, 5:10-17; Matius 6:28-34; Markus 8:36; Lukas 9:25 www.sabda.org/alkitab