Thursday, March 23, 2006

Berhala

20 Februari 2006 

PERANGKAP MEMPERTUHANKAN KEKAYAAN

Oleh: Robert D. Foster

 

Setiap tahun majalah FORTUNE mempublikasi laporan mengenai orang-orang terkaya di dunia. Banyak di antara mereka terkenal ke seantero dunia karena kesuksesan bisnis mereka, tetapi lebih dari itu, mereka terkenal karena memiliki kekayaan yang luar biasa besarnya. Tampaknya apa yang mereka miliki lebih penting dibanding pencapaian yang telah mereka raih. Beberapa di antara orang-orang terkaya ini terkenal karena kemurahan hati dan karena kepeduliaannya pada sesama, namun lebih banyak di antara mereka yang tidak memiliki sifat-sifat tersebut. Kebanyakan beranggapan. “Saya sudah berusaha keras mendapatkan kekayaan dan karenanya saya berhak menyimpan dan menggunakan kekayaan saya sesuai dengan keinginan saya.”

 

Kekayaan, dan bukan Tuhan, dapat menjadi tujuan utama bagi banyak orang. Hidup mereka semata diarahkan pada pemenuhan pangan dan sandang, mobil dan rumah, perjalanan wisata dan hiburan. Pada dasarnya tidak ada yang salah menikmati kenyamanan dari benda-benda tersebut, namun seringkali, benda-benda ini justru menjadi motivasi utama bagi pencapaian kemajuan bisnis, kesejahteraan keuangan bahkan kenyamanan”sarang-istirahat” di masa pensiun.

 

Sangatlah baik bila tujuan hidup Anda tidak terlalu berpusat pada hal-hal kebendaan - mencurahkan waktu dan tenaga untuk mengumpulkan hal-hal yang tidak abadi atau hal-hal yang daya tariknya luntur dalam sekejab. Renungkanlah saran Raja Salomo, yang terkenal sebagai orang paling bijaksana sekaligus paling kaya sepanjang masa. Ia menuliskan nasehat ini: “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali ” (Amsal 23:4,5).

 

Ironisnya, Raja Israel yang cemerlang ini gagal mengikuti anjurannya sendiri, ia terperangkap dalam materialisme. “Adapun berat emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta, belum terhitung yang dibawa oleh saudagar-saudagar. … Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat”(2 Tawarikh 9:13, 14, 22). Jika kekayaan Raja Salomo masa itu dinilai dengan ukuran kekayaan abad ke 21 ini, maka nilainya kira-kira akan setara dengan setengah milyar dollar (AS) sekarang ini. Raja tersohor ini menjadikan pencarian benda-benda yang bersifat sementara sebagai tujuan utama kehidupannya. Ia mengisi tangan, hati dan waktunya untuk mengumpulkan semua benda-benda berharga ini hingga ia menjadi hamba kekayaan. Kelak dalam kitab Pengkhotbah, Raja Salomo mengisahkan pencariannya yang sia-sia mendapatkan kebahagiaan dari hal-hal yang bersifat kebendaan.

 

Lembaran mata uang dan saldo rekening bank itu dapat menipu. Pada saat baru saja Anda merasa telah memperoleh semua uang yang Anda perlukan, uang itu seolah bersayap dan terbang meninggalkan Anda. Semakin erat Anda mempertahankan harta milik Anda, semakin cepat harta benda tersebut menggelinding pergi. Seperti buah anggur tanpa kulit yang segera meluncur dari tangan, saat Anda berusaha menahan dengan menjepitnya di antara dua jari Anda.

 

Renungkanlah perjalanan uang yang ada dalam dompet Anda hari ini. Kemarin uang itu berada di tangan orang lain, dan besok uang yang sama akan menjadi milik orang lain. Dalam beberapa minggu, tidak seorangpun tahu ke mana uang itu akan pergi. Tidak peduli sekeras apapun upaya Anda, Anda tidak dapat mempertahankan harta milik Anda selamanya. Anda mungkin dapat mencoba menggunting sayapnya, tetapi tetap saja, Anda tidak pernah akan dapat mencegahnya terbang.

 

Dalam penyimpanan, uang dapat saja dimakan rayap atau diambil oleh pencuri. Namun, terdapat beberapa prinsip sederhana yang dapat Anda gunakan untuk memastikan uang Anda tidak terbang secepat elang. Enam aturan sederhana tersebut dirumuskan mengikuti akronim dalam bahasa Inggris “CHANGE”:

 

Choose your investments with the care of prayer. Pilih investasi Anda dengan bertekun dalam doa.

Harness your heart with discipline and direction. Kendalikan hati Anda dengan disiplin dan arahan.

Analyze your securities with diligence and stewardship. Analisa perkembangan investasi Anda dengan teliti dan bertanggungjawab.

Nurture your mind and heart with an eternal perspective. Isi hati dan pikiran Anda dengan hal-hal yang kekal.

Guard your desires and appetites for “more and more.” Kekang keinginan dan nafsu Anda untuk selalu mendapatkan “semakin banyak dan terus semakin banyak.”

Enslave your will to be content with what you have. Kuasai keinginan Anda agar dapat puas

pada apa yang telah Anda miliki

“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” (Luke 12:15).

 

Disarikan dan diadaptasi dari Take Two On Monday Morning yang ditulis dan diterbitkan oleh Robert D. dan Rick Foster. Ijin untuk memperbanyak dengan mencantumkan nama penulis dan sumber - diperkenankan dan diberikan secara cuma-cuma. Pertanyaan dan komentar dapat dialamatkan pada: 29555 Goose Creek Rd, Sedalia, CO 80135, U.S.A., atau faks (303) 647-2315.

 

CBMC INTERNATIONAL: Robert Milligan, President
1065 N. 115th Street, Suite 210 Omaha, Nebraska 68154 U.S.A.
TEL.: (402)431-0002 FAX: (402)431-1749
E-MAIL: mmanna@cbmcint.org Web site: www.cbmcint.org.
Untuk pertanyaaan atau perubahan alamat, hubungi nbrownell@cbmcint.org

 

Pertanyaan Refleksi/Diskusi

  1. Menurut Anda mengapa benda-benda berharga secara umum memikat hati kebanyakan orang?
  2. Bertahun-tahun yang lalu, seorang penulis terkemuka menyatakan dirinya sebagai seorang “yang kembali menjadi seorang materialis.” Apakah materialisme - pencarian lebih banyak harta dan hal-hal baru tanpa akhir - menjadi masalah yang Anda hadapi, meski tidak dalam seluruh – hanya dalam sebagian - waktu Anda?
  3. Apakah Anda sependapat dengan pernyataan bahwa memusatkan perhatian dan tenaga pada pencarian kekayaan adalah suatu usaha yang sia-sia, karena akhirnya benda-benda yang berhasil dikumpulkan akan “hilang lenyap”? Jelaskan jawaban Anda.
  4. Adakah di antara prinsip-prinsip yang disebutkan oleh Mr. Foster di akhir “Monday Manna” edisi kali ini yang sejalan dengan pandangan dengan Anda? Jika ada, prinsip (atau prinsip-prinsip) yang manakah itu - dan mengapa?

Ayat-ayat Alkitab berikut ini dapat dijadikan dasar perenungan topik Monday Manna edisi kali ini:

 

Amsal 16:8, 18:11, 19:4; Pengkhotbah 5:8-20; Lukas 18:18-30; Filipi 4:19 (www.sabda.org/alkitab)

Posted by Suzanna L. Siregar in 08:58:42
Comments

Leave a Reply