Jaringan
20 Maret 2006
PRINSIP-PRINSIP YANG SUDAH TERBUKTI UNTUK MEMBANGUN JARINGAN
Oleh: Rick Warren
Semua pemimpin percaya dan memberdayakan jaringan (networking). Sebelum menjadi presiden atau pemimpin utama sebuah perusahaan atau organisasi berukuran besar, selama bertahun-tahun terlebih dahulu seseorang harus membangun dan memelihara jaringan yang luas dan kuat yang terdiri dari teman-teman, kolega dan orang-orang yang dapat memberi nasehat atau konsultasi.
President A.S. George Bush, misalnya, dikisahkan hingga kini masih terus memelihara hubungan pribadi dengan jaringannya melalui pembicaraan pendek lewat telepon atau pesan singkat setiap hari. Bahkan di akhir suatu hari yang sibuk. ia diketahui masih menyempatkan diri menerima telepon atau menelepon paling tidak 20 teman-teman dari pelbagai pelosok negeri.
KEBERHASILAN HAMPIR TIDAK PERNAH MERUPAKAN HASIL UPAYA SATU ORANG. BIASANYA KESUKSESAN ADALAH HASIL KERJA KELOMPOK. Bertemu dengan banyak orang. Bekerja sama dalam satu tim. Menjaga keharmonisan hubungan dengan mereka yang kita percaya dapat memberi nasehat dan konsultasi. Menjalin hubungan secara pribadi dengan mereka yang memiliki wewenang pada akses sumber daya yang kita perlukan. Semua hal ini adalah aspek pembentukan jaringan. Dan teknologi masa kini mempermudah pembentukan dan pelestarian jaringan dibanding masa-masa sebelumnya.
Konferensi jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi telekomunikasi, mesin faksimili, jasa pengiriman surat dan dokumen dalam satu hari, e-mail, dan telepon seluler adalah beberapa bentuk teknologi masa kini yang memungkinkan Anda berhubungan dengan lebih banyak orang di tempat-tempat yang tak terjangkau oleh teknologi sebelumnya. Perangkat hasil penemuan yang mempercanggih kehidupan ini kini dapat dimanfaatkan oleh mereka yang menyadari pentingnya jaringan. Jaringan kini tidak lagi hanya terdiri dari mereka yang tinggal di dekat Anda atau yang Anda temui secara langsung setiap hari. Anda dapat menjangkau dan menyapa setiap orang dalam jaringan Anda di mana pun mereka berada sesering yang Anda inginkan - dengan bantuan teknologi.
BAGAIMANA MEMBANGUN JARINGAN PRIBADI YANG EFEKTIF? Terdapat banyak pendekatan untuk membangun dan mengembangkan jaringan kerja yang berguna bagi para pemimpin untuk mencapai misi dan tujuan mereka. Namun, beberapa di antara metode-metode tersebut ternyata hanya bermanfaat bagi satu pihak saja dan bersifat manipulatif, dirancang hanya bagi kepentingan para pemimpin. Alkitab, sebagai suatu nara sumber yang sudah sangat kuno tetapi yang nilai-nilainya tetap relevan hingga saat ini mencantumkan apa yang saya sebut sebagai enam komponen terwujudnya hubungan yang saling menguntungkan dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang:
Seorang pemimpin haruslah SETIA KAWAN DAN PENUH PERHATIAN. “Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri dari pada kota yang kuat, dan pertengkaran adalah seperti palang gapura sebuah puri.’ (Amsal 18:19).
Seorang pemimpin haruslah dapat SETIA MENJAGA KEPERCAYAAN. “Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara” (Amsal 11:13).
Seorang pemimpin haruslah JUJUR. “Siapa memberi jawaban yang tepat mengecup bibir” (Amsal 24:26).
Seorang pemimpin haruslah KONSTRUKTIF. “Besi menajamkan besi, orangmenajamkan sesamanya” (Amsal 27:17).
Seorang pemimpin haruslah KONSISTEN. “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17:17).
Seorang pemimpin harus berani BERKOMITMEN. “Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara” (Amsal 18:24).
Jelas terlihat inti pengajaran ini: Jika seorang pemimpin berharap memiliki jaringan yang terdiri dari teman-teman dan rekan-rekan yang dapat memberi saran dan nasehat yang penuh perhatian, setia menjaga kepercayaan, jujur, konsisten dan berani berkomitmen, maka pemimpin tersebut harus terlebih dahulu menunjukkan sifat-sifat tersebut kepada orang lain. Dalam jaringan hubungan pribadi maupun jaringan kerja profesional terapkanlah sifat-sifat tersebut maka:
Tak peduli siapa atau bagaimanapun diri Anda, Anda pasti akan menarik hati banyak orang!
Rick Warren adalah penulis buku laris berjudul, The Purpose-Drive Life, yang telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan dijual di seluruh penjuru dunia. Buku ini memaparkan pentingnya memiliki tujuan hidup yang dengan seksama dan jelas dirumuskan sebagai panduan menjalani kehidupan setiap hari. Artikel ini diedit dan diadaptasi untuk “Monday Manna” dari salah satu kolom yang ditulis oleh Rick Warren.
Pertanyaan Refleksi/Diskusi
-
Apakah Anda memiliki jaringan yang terdiri dari teman-teman, para kolega dan mereka yang handal memberi nasehat atau saran? Jika Anda memiliki jaringan seperti itu, bagaimana Anda menggambarkan jaringan tersebut - apakah jaringan tersebut menunjang Anda melaksanakan pekerjaan-pekerjaan Anda setiap harinya?
-
Sifat-sifat apa saja yang Anda cari dalam seseorang yang Anda anggap “memenuhi kriteria” menjadi bagian jaringan Anda? Mengapa sifat-sifat tersebut Anda anggap penting?
-
Menurut Anda apakah Anda menjadi bagian dari jaringan pemimpin bisnis lain? Jika ya, menurut pandangan Anda apa sumbangsih Anda dalam meningkatkan efektifitas kerja pemimpin tersebut?
-
Sependapatkah Anda dengan rumusan Rick Warren mengenai “enam komponen” jaringan pribadi yang efektif? Mengapa atau mengapa tidak?
-
Ayat-ayat Alkitab di bawah ini dapat digunakan sebagai dasar perenungan topik membangun suatu jaringan:
Amsal 1:5, 20:18; Matius 14:7-11; Markus 12:28-31; Yohanes15:13-15 (www.sabda.org/alkitab)