Monday, February 20, 2006

Menolong Sesama

2 Januari 2006

SEBERAPA PEKA ANDA TERHADAP KESULITAN YANG SEDANG DIALAMI ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA

Oleh: Robert J. Tamasy

Bertahun-tahun yang lalu, seorang pakar bisnis menyimpulkan bahwa “mata uang” yang paling berharga bukanlah uang, tetapi waktu. Kebenaran pernyataan ini berlaku hingga hari ini. Begitu banyak hal menyita waktu kita, dan karena tekanan begitu banyak waktu tenggat, kesempatan membangun dan memelihara hubungan positif dengan karyawan dan rekan kerja menjadi langka - layaknya hewan yang nyaris punah. Namun ketika kita menengok ke belakang dan merenungi jejak karier, seringkali yang paling membekas dalam benak bukanlah penjualan besar atau proyek-proyek besar di mana kita terlibat, melainkan hubungan yang kita alami, hubungan yang terbentuk di tengah tuntutan meraih prestasi kerja yang gemilang.

Saat bekerja, ada baiknya menyadari makna dan pentingnya mengejawatahkan ungkapan “meluangkan waktu untuk mencium harum bunga mawar” - menghargai tidak hanya pekerjaan kita sendiri, tetapi juga menghargai orang-orang yang berperan-serta dan turut bekerja keras mewujudkan pekerjaan dan tujuan kita.

Baru-baru ini, seorang teman menceritakan suatu kisah tentang “Terry”, seorang karyawan yang memiliki karier panjang yang cemerlang di perusahaan tempatnya bekerja tetapi tiba-tiba mengalami penurunan kinerja kerja secara drastis sehingga membuat atasannya kuatir. Sang atasan berprasangka kemunduran kinerja Terry disebabkan oleh ketergantungan Terry pada minuman keras dan obat-obat terlarang, sesuatu yang kini cenderung menjadi kelaziman dalam dunia kerja. Atasan tersebut berencana meminta Terry menjalani tes ketergantungan Narkoba. Dan jika memang dia terbukti menggunakan obat-obat terlarang, Terry akan dipecat tanpa mengindahkan prestasi kerja cemerlang yang pernah diraihnya.

Sebelum pemecatan terjadi, seorang eksekutif lain yang kebetulan mengenal Terry memberi kabar. “Tidakkah Anda tahu apa yang sedang dialami Terry? Istrinya baru saja didiagnosis menderita kanker stadium lanjut, ia tidak hanya harus merawat istrinya tetapi juga harus mengurus kedua anak mereka yang masih kecil-kecil. Itulah yang setiap hari ia lakukan sebelum berangkat bekerja.” Tiba-tiba keadaan menjadi lebih jernih dan atasan Terry pun mengambil langkah penyelesaian masalah - tentu saja bukan dengan memecat Terry. Setelah berbicara dengan Terry untuk mengetahui detail masalah yang sedang dihadapinya, atasannya memberi Terry cuti beberapa bulan - dengan gaji tetap dibayarkan - agar ia dapat memusatkan perhatian dan tenaga untuk mengatasi masalah keluarga yang sedang dialaminya.

Saat kita bergumul dengan pekerjaan rutin sehari-hari dan mengalami pelbagai tekanan, sangatlah mudah kehilangan kepekaan terhadap apa yang sedang dihadapi orang-orang di sekitar kita. Kitab Amsal menawarkan prinsip-prinsip berharga yang berguna dalam menjaga keseimbangan sudut pandang saat harus menghadapi orang-orang yang sedang berjuang mengatasi masalah-masalah berat.

 Menyadari seseorang mungkin tengah menderita atau mengalami masalah pribadi. Kebanyakan orang sangat hati-hati menyimpan masalah pribadi, mereka enggan mendiskusikannya dengan orang lain - terlebih dengan atasan mereka. Tetapi biasanya kesulitan yang mereka alami akan menyebabkan penurunan efisiensi dan kualitas kerja, menyebabkan keteledoran atau meningkatkan kesalahan dalam pekerjaan mereka. Selalu ada alasan-alasan logis yang dapat menjelaskan penurunan produktivitas tersebut. Jadi sebelum terburu-buru menarik kesimpulan, carilah terlebih dahulu “kisah di balik kisah” penurunan kinerja kerja karyawan atau rekan kerja Anda. Jika Anda menemukan perubahan perilaku atau penurunan kinerja yang drastis, carilah penyebabnya. “Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu” (Amsal 27:23).

Jangan takut melatih kepekaan dan kepedulian. Kepekaan dan kepedulian dapat menjadi aset manajemen yang penting. Masalah yang dihadapi seorang karyawan boleh jadi lebih dari sekadar masalah pribadi. Karyawan andalan mempengaruhi kinerja rekan kerjanya, juga mempengaruhi produktivitas perusahaan secara keseluruhan. Menunjukkan kepekaan dan perhatian kepada seorang karyawan tidak hanya berarti memperlihatkan kepedulian kepada satu individu saja, tetapi juga memperlihatkan kepedulian perusahaan yang besar terhadap kebutuhan dan kesejahteraan setiap individu dalam perusahaan. Menunjukkan bahwa kebaikan menjadi itikad mendasar perusahaan. “Perempuan yang baik hati beroleh hormat; sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan. Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri” (Amsal 11:16-17). “… maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan” (Amsal 27:24-27).

Masalah yang dihadapi seorang karyawan boleh jadi lebih dari sekadar masalah pribadi. Karyawan andalan mempengaruhi kinerja rekan kerjanya, juga mempengaruhi produktivitas perusahaan secara keseluruhan. Menunjukkan kepekaan dan perhatian kepada seorang karyawan tidak hanya berarti memperlihatkan kepedulian kepada satu individu saja, tetapi juga memperlihatkan kepedulian perusahaan yang besar terhadap kebutuhan dan kesejahteraan setiap individu dalam perusahaan. Menunjukkan bahwa kebaikan menjadi itikad mendasar perusahaan. “Perempuan yang baik hati beroleh hormat; sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan. Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri” (Amsal 11:16-17). “… maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan” (Amsal 27:24-27).

Robert J. Tamasy adalah wakil presiden bidang komunikasi Leaders Legacy, Inc., sebuah perusahaan nir-laba yang berpusat di Atlanta, Georgia, A.S.. Ia berpengalaman lebih dari 30 tahun sebagai seorang jurnalis profesional, bersama David A. Stoddard menulis buku berjudul: The Heart of Mentoring: 10 Proven Principles for Developing People to Their Fullest Potential (NavPress) dan bersama Ken Johnson menulis buku berjudul: Pursuing Life With A Shepherd’s Heart (River City Press). Informasi lebih lanjut, dapat Anda temukan di www.theheartofmentoring.com.

CBMC INTERNATIONAL: Robert Milligan, President

1065 N. 115th Street, Suite 210 Omaha, Nebraska 68154 U.S.A.

TEL.: (402)431-0002 FAX: (402)431-1749

E-MAIL: mmanna@cbmcint.org Web site: www.cbmcint.org.

Untuk pertanyaan atau perubahan alamat, hubungi nbrownell@cbmcint.org

 

 

Pertanyaan Refleksi/Diskusi

  1. Saat menghadapi masalah pribadi, mudahkah bagi Anda menceritakannya kepada orang lain? Apakah menurut Anda masalah keluarga, kesulitan keuangan, persoalan kesehatan dan masalah-masalah lain dapat diabaikan dan tidak mempengaruhi pekerjaan Anda? Jelaskan jawaban Anda.
  2. Dapatkah Anda menceritakan saat seseorang yang Anda kenal - bukan diri Anda - menghadapi masalah berat dan secara nyata menurunkan kinerja kerja mereka? Langkah-langkah apa yang diambil, jika ada, untuk membantu orang tersebut, atau paling tidak meringankan tekanan yang dialaminya?
  3. Dapatkah Anda mengganggap diri Anda sebagai pemerhati orang lain, dapat mengetahui bilamana rekan kerja Anda sedang menghadapi masalah? Apakah menurut Anda kepedulian terhadap orang-orang yang memang tengah membutuhkan perhatian khusus - atau apa yang oleh salah satu ayat dalam Amsal disebut sebagai “memerhatikan kawanan hewanmu” adalah sesuatu yang dapat dipelajari? Mengapa atau mengapa tidak?
  4. Menyadari bahwa penurunan prestasi seorang pekerja berdampak pada kinerja seluruh divisi - bahkan berdampak pada kinerja seluruh perusahaan - tidakkah sangat penting berusaha peka terhadap karyawan-karyawan yang sedang menghadapi masalah pribadi? Atau adakah motivasi lain yang diperlukan untuk menggugah kita membantu orang lain?

    Ayat-ayat Alkitab di bawah ini dapat digunakan sebagai dasar perenungan topik menyadari dan bagaimana bersikap terhadap mereka yang sedang menghadapi masalah-masalah berat:

    Matius 9:36, 14:14, 18:23-35; Yohanes 11:32-35; Galatia 6:2 www.sabda.org/alkitab/

Posted by Suzanna L. Siregar in 06:59:07
Comments

Leave a Reply