Wednesday, January 18, 2006

Goncangan

15 Agustus 2005

TIDAK ADA GONCANGAN, TIDAK ADA HIDUP SUKSES

Oleh: Robert D. Foster

Anda tentu pernah membaca petunjuk penggunaan yang direkatkan di belakang botol bumbu salad? “KOCOK BOTOL SEBELUM DIGUNAKAN.”

Pelembut raga, semir sepatu cair, pembersih lantai, cat – dan masih banyak produk lainnya di sekeliling kita, yang kita gunakan di rumah maupun di tempat kerja perlu dikocok terlebih dahulu sebelum dapat berguna dengan efektif. Tanpa guncangan, yang kita temukan hanyalah lapisan minyak atau serbuk; bagian terbaik mengendap di dasar botol.

Hidup juga demikian. Kita harus tahan menghadapi goncangan bila ingin berguna. Keberhasilan datang segera setelah goncangan! tampaknya hal ini hampir-hampir menjadi dalil untuk memandang kehidupan.

Namun jujur saja: Siapa di antara kita berkenan digoncang? Siapa yang mengharapkan dihempaskan, diputar-balikkan dan diombang-ambingkan? Kita menyukai hari-hari di mana kita merasa tenang dan santai. “Kenyamanan” dan “ketenangan.” menjadi dua hal tak terpisahkan untuk menggambarkan keadaan “semua berjalan lancar”. Tidak ada hambatan, semua berjalan mulus.

Tetapi, kehidupan tidaklah selalu mulus. Malahan, tampaknya tidak pernah tetap tenang. Tiba-tiba, di tengah perjalanan hidup yang nyaman dan tenang, badai menyerang, mendadak pergolakan dan pergumulan hidup mengubah rutinitas hidup yang telah dengan susah-payah kita usahakan.

Seolah ada Seseorang yang menjalankan mesin pengolah kehidupan dengan kecepatan tinggi, mengiris, memotong dan menghancurkan kita. Kita berputar, tanpa daya, tak juga tahu bilamana goncangan hidup akan berakhir. Inikah prisip dasar kehidupan? Bahwa kebergunaan tergantung dari goncangan yang kita alami dalam kehidupan? Jika kita percaya apa yang kita baca dalam Alkitab, yang secara harfiah adalah Firman Allah, maka “goncangan-goncangan” pun adalah bagian kehidupan – seperti juga waktu-waktu di mana kita merasa tenang dan nyaman.

Sebagai contoh, Ayub, seorang terpandang, yang mengalami goncangan hidup yang jauh melebihi imajinasi rata-rata manusia, berkata, “Bila Ia membongkar, tidak ada yang dapat membangun kembali; bila Ia menangkap seseorang, tidak ada yang dapat melepaskannya” (Ayub 12:14). Ayub adalah seorang yang digoncang. Sebagai pengusaha paling berhasil di jamannya, Ayub kehilangan segalanya, tidak hanya kekayaan, harta-benda, tetapi juga anggota keluarga yang dikasihi bahkan kesehatannya. Kerajaan pertanian dan peternakan yang dibangunnya luluh lantak, tidak ada harapan untuk kembali berjaya. Tampaknya kematian merupakan penyelesaian paling melegakan.

Contoh lain dari Perjanjian Lama adalah Yunus, ia mengalami goncangan saat berada di dalam perut ikan. Perjalanan ke Barat yang direncanakannya tiba-tiba berakhir, diperlukan tiga hari dalam perut ikan sebelum Yunus dihempaskan ke tepi pantai dan memulai kembali perjalanan ke Timur yang awalnya enggan ia jalani.

Dalam Perjanjian Baru, Petrus – salah seorang murid Yesus yang paling setia - juga adalah seorang yang digoncang. Kedamaian yang dirasakannya selama menjalani hidup sebagai nelayan di Laut Galilea digantikan dengan pelbagai kejadian menggemparkan sebagaimana dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul. Kisah hidup Petrus adalah kisah manusia yang kehidupannya diputar-balikkan – untuk kemudian dibangun kembali.

Tak dapat disangkal, kita dapat tergoncang oleh berbagai peristiwa dalam kehidupan. namun selalu ada pengharapan. Goncangan tidak berlangsung selamanya. Alkitab menegaskannya sebagaimana tertulis dalam Ibrani 12:27, ” . . . perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” Mereka yang menyerahkan hidupnya untuk mengikut Tuhan akan menerima jaminan ini. “. . .karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya dengan hormat dan takut” (Ibrani 12:28).

Diambil dan disarikan dari Take Two On Monday Morning, yang ditulis dan diterbitkan oleh Rober D. dan Rick Foster. Ijin memperbanyak dengan mencantumkan nama pengarang dan penerbit diberikan dengan cuma-cuma. Pertanyaan atau komentar dapat dikirimkan ke alamat: 29555 Goose Creek Rd, Sedalia, CO 80135, U.S.A., atau faks (303) 647-2315

 

CBMC INTERNATIONAL: Robert Milligan, President

1065 N. 115th Street, Suite 210 Omaha, Nebraska 68154 U.S.A.

TEL.: (402)431-0002 FAX: (402)431-1749 E-MAIL: mmanna@cbmcint.org

Web site: www.cbmcint.org.

Untuk pertanyaan atau perubahan alamat, hubungi nbrownell@cbmcint.org

 

 

Pertanyaan Refleksi/Diskusi

  1. Sebutkan benda lain – makanan, produk untuk rumah tangga, atau benda yang Anda gunakan dalam pekerjaan – yang harus dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan? Apa yang terjadi jika benda tersebut tidak dikocok atau diaduk: apakah benda-benda tersebut masih dapat digunakan?
  2. Renungkanlah waktu di masa lalu ketika Anda mengalami goncangan yang keras. Apakah hasil akhir goncangan tersebut? Merenungkannya kembali, dapatkah Anda melihat manfaat goncangan tersebut?
  3. Peristiwa apa yang baru-baru ini – atau saat ini – menggoncang Anda? Bagaimana Anda mengatasi nya? Apakah Anda mendapat kekuatan ketika mengingat ungkapan “keberhasilan datang segera setelah goncangan’?
  4. Apa pendapat Anda mengenai ayat Alkitab yang menyatakan bahwa anak-anak Allah akan “menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan”? Apa makna ayat tersebut bagi Anda? Bagaimana Anda menerapkan ayat ini untuk mengatasi keadaan yang akan Anda hadapi dalam pekerjaan Anda minggu ini?

Anda dapat merenungkan topik edisi kali ini dengan menggunakan ayat-ayat Alkitab berikut ini:

Mazmur 18:1-6; Ayub 38:12,13; Yesaya 13;13; Yesaya 26:3 ; Hagai 2:6-9.

 

 

 

 

Posted by Suzanna L. Siregar in 08:53:15
Comments

Leave a Reply